Sedekah itu Tidak Hanya dengan Harta

By Admin Kabar Rekan 15 Apr 2021, 14:59:49 WIB Dunia Islam
Sedekah itu Tidak Hanya dengan Harta

Keterangan Gambar : Ilustrasi Bershadaqah (Foto: Istimewa)


KabarRekan – Sedekah sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di benak kita, sering kali kita menyandingkan kata sedekah dengan kata harta.

Seakan bersedekah itu hanya menggunakan harta, dan terkhusus untuk orang yang mampu saja. Namun menurut hadits Nabi shalllahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim  dalam kitab Arba’in Nawawi sebagai berikut:

عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالُوا لِلنَّبِىِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ « أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Baca Lainnya :

Artinya : Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada sejumlah orang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, mengajak pada kebaikan (makruf) adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan intim dengan istri kalian adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya lalu mendapatkan pahala di dalamnya? Beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah akan mendapatkan dosa? Demikianlah halnya jiak hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1006].

Hadits ini menjelaskan keutamaan tasbih dan semua macam dzikir, amar ma’ruf nahi mungkar, berniat kepada Allah dalam hal mubah, karena semua perbuatan dinilai sebagai ibadah bila dengan niat yang ikhlas.

Sabda Nabi shalllahu ‘alaihi wa sallam “menyuruh kebaikan adalah shadaqah, mencegah kemungkaran adalah shadaqah” hadits ini menunjukkan bahwa orang yang melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar termasuk orang yang bershodaqoh.

Terlebih perbuatan amar ma’ruf nahi mungkar adalah fardhu kifayah, sekalipun bisa juga menjadi fardhu ’ain.

Jadi jelas tidak hanya dengan memberikan harta kepada orang lain, shadaqah juga dapat diartikan berdzikir, menyerukan amar ma’ruf nahi mungkar, dan juga menyenangkan suami istri merupakan shadaqah.

Pewarta : Rivani Noer Maulidi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment