Organisasi

Say No, To Ghosting Kepada NU

Senin, 12 Apr 2021, 10:37:36
Say No, To Ghosting Kepada NU

Keterangan Gambar : Sekrupisasi IPNU IPPNU Korcam dan Korancab 2 (Foto: Rivani Noer Maulidi)


KabarRekan - Istilah Ghosting belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan milenial, tak lain halnya dengan ketua tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi KH. Moh Ali Makki Zaini atau yang biasa di panggil Gus Makki, yang menggunakan kata ini pada Acara Sekrupisasi. Ahad, (11/4/2021).

Perlu di ketahui sekrupisasi merupakan salah satu program PCNU Banyuwangi sebagai ajang mempersatukan visi antar Lembaga, Badan Otonom, dan perangkat NU lainnya. Memberikan stimulus semangat kepada pengurus yang dirasa belum totalitas terhadap organisasinya.

Acara yang bertempat di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati, Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi ini di hadiri oleh seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang ada di wilayah korcam dan korancab 2 Kabupaten Banyuwangi.

Baca Lainnya :

Dengan adanya acara ini Gus Makki mengatakan, yang di maksud dengan kata Ghosting ialah, ketika ada salah satu pengurus NU yang telah dilantik dan ditetapkan sebagai pengurus, kemudian menghilang atau dengan kata lain tidak aktif di kepengurusan.

"Jadi pengurus tidak boleh ghosting. Ghosting dalam kepengurusan adalah diangkat menjadi pengurus, sudah di tulis dalam kepengurusan dan di lantik tapi tidak melakukan apa-apa. tiba-tiba datang ketika konferensi.” Ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah itu.

Gus Makki juga menegaskan, ghosting dalam kepengurusan adalah bentuk dari tidak adanya tanggung jawab atas amanah yang sudah di percayakan. 

"Dalam kepengurusan yang didirikan ulama NU saja gosthing apalagi kepada calon pendamping," imbuhnya.

Kendati demikian dalam mengatasi hal tersebut, Gus Maki menghimbau kepada setiap pengurus untuk memupuk ikatan batin antar sesama pengurus. Jangan hanya fisik saja yang berkumpul tetapi hatinya juga harus berkumpul baik ketika bersama atau tidak.

"Jangan sampai ghosting dan ketidak cocokan mengganggu jalannya kepengurusan. Lakukan saja yang termudah dengan tanggap dan cekatan karena senjata ampuh untuk menghadapi segala situasi dan kondisi dengan cara bersatu," jelas Gus Makki.

Gus Makki juga mengatakan bahwa IPNU IPPNU adalah sepucuk surat NU untuk masa depan, sehingga dalam hal ini untuk mempertanggung jawabkan kepengurusan perlu memahami objek sasaran perjuangan. Pahami sasaran objek perjuangan dari IPNU IPPNU yaitu tugas pokoknya menjadi kader yang menampilkan, menyajikan dan menyuguhkan NU di kalangan pelajar. 

“Pengurus IPNU IPPNU harus berpenampilan menarik, rajin belajar dan berprestasi serta menjadi solusi dari wadah pengkaderan para pelajar. wajah NU Banyuwangi ke depannya tergantung dari IPNU IPPNU hari ini.” Pungkasnya.

Pewarta : Rivani Noer Maulidi